Mengembangkan Media Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis ICT

Mengembangkan Media Pembelajaran
Berbasis ICT (information and computer technology)

A.Landasan Teoritis:
Ada beberapa landasan teoritis yang dijadikan sandaran oleh guru bahasa Arab dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis ICT, di antara sebagai berikut:
a)Teori behaviorisme.
Pengembangan media pembelajaran berbasis ICT (sesuai tori ini) harus mengacu pada stimulus (al-muthi>r) dan respon (al-istija>bah). Artinya, media pembelajaran ICT yang akan dikembangkan lebih banyak digunakan untuk melakukan drill and practice dalam mengembangkan skill bahasa Arab.
b)Teori Belajar Konstruktivisme
Teori ini menekankan betapa pentingnya siswa membangun representasi realitas mereka sendiri. “secara perorangan para pembelajar harus menemukan dan mengubah informasi kompleks jika mereka ingin menguasai informasi tersebut. Teori ini juga mengarahkan agar siswa aktif dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan teori psikologi ini, Pengembangan media pembelajaran berbasis ICT kelak dimanfaatkan untuk membantu siswa menemukan dan merumuskan pengetahuannya melalui interaksi dan eksplorasi sumber-sumber belajar.
c)Teori Socio-Constructivism
Construktivisme menekankan peran pembelajar dalam mengonstruk makna melalui masukan linguistic yang ada dan pentingnyainteraksi social dalam menciptakan sebuah system linguistic baru.
Melalui teori social-padagogis ini, pengembangan media pembelajaran berorientasi pada tujuan agar siswa memperoleh pengalaman belajar secara bersama-sama dengan siswa lain atau dengan penutur asli melalui interaksi dengan media komunikasi berbasis ICT.
d) Pertimbangan Ekonomis
Saya pernah mengadakan penelitian di salah satu MTs Negeri yang ada di Kab. Pasuruan. Madrasah ini kurang memiliki sarana dan sumber belajar yang reprsentatif bagi proses pembelajaran bahasa Arab. Bayangkan dengan jumlah siswa 960, saya tidak mendapati satu laboratorium bahasa. Tetapi yang cukup menarik perhatian, bahkan mungkin menarik untuk dicontoh, yaitu guru bahasa arab yang ada di madrasah tersebut bisa dikatakan cukup kreatif. Dengan sarana yang cukup minim mereka mampu memanfaatkan sarana dan sumber belajar yang ada dijadikan sebagai basis pengembangan media, karena dalam waktu sekejap tidak mungkin bisa membuatkan beberapa laboratorium bahasa yang bisa diakses oleh 960 siswa, maka melalui pemberdayaan fasilitas yang ada di madrasah, guru-guru tersebut mengembangkan media-media berbasis ICT, dengan jumlah biaya yang tidak terlalu besar.
Pertimbangan ekonomis yang dimaksudkan di sini adalah mengembangkan media tidak harus menguras saku, tetapi melalui sarana dan sumber belajar yang ada dimanfaatkan secara maksimal.
B.Objek dan Material Aids yang Dikembangkan
Dari hasil pengamatan saya pada penelitian tersebut, ada beberapa objek dan material aids pokok yang dikembangkan sebagai media pembelajaran bahasa Arab berbasis ICT. Objek-objek ini sebenarnya bukan material aids yang disediakan secara khusus untuk proses pembelajaran bahasa Arab, tetapi lebih bersifat umum. Berikut ini beberapa objek yang dikembangkan:
1.Perpustakaan dengan fasilitas internet, TV, VCD, dan yang lainnya.
Perpustakaan yang ada di madrasah sebenarnya disediakan untuk semua siswa dan mencakup semua materi pelajaran yang ada. Keberadaan perpustakaan ini kemudian dijadikan sebagai sarana sekaligus media pembelajaran, dengan memanfaatkan layanan internet gratis bagi siswa, TV 30 inc, VCD dan ruang baca (lesehan) yang cukup luas.
2.LCD proyektor
MTs tersebut memiliki dua LCD proyektor, keberadaan LCD ini bersifat umum. Artinya bisa digunakan dan diakses oleh semua guru maple. LCD ini diperbolehkan dibawa ke kelas, Lab computer, mushallah, atau ke perpustakaan. LCD proyektor ini juga masuk dalam daftar list guru bahasa Arab sebagai media yang membatu dalam pengembangan media berbasis ICT.
3.Laboratorium computer.
Sebagaimana yang saya sebutkan di atas bahwa Madrasah ini secara khusus tidak memiliki Lab Bahasa, baik untuk mapel bahasa Arab atau bahasa inggris. Sebenarnya pada tahun 1995 sudah dibangunkan Lab bahasa, namun karena Lab ini tidak diberdayakan secara maksimal oleh guru bahasa lebih dari 10 tahun, akhirnya pada tahun 2008 Lab tersebut di sulap menjadi kelas regular hingga sekarang.
C.Langkah-langkah Pengembangan
1.Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar
2.Mengkaji media ICT yang cocok dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar dan bagaimana cara pencapainnya.
3.Merumuskan strategi dan caranya.
4.Mengembangkan naskah atau isi pesan. Siapa yang akan menggunakan media pembelajaran? Apa pesan pokok yang akan disampaikan? Apakah ada media yang sudah dipakai? Apakah ada sumber informasi lain?
5.Memilih bentuk dan media pembelajaran; media apa yang menjangkau peserta didik? Bentuk media seperti apa yang sesuai dengan perkembangan peserta didik? Mempertimbangkan dana, waktu, dan hambatan.
6.Merancang dan menyelesaikan media pembelajaran. Bagaimana menyelesaikan tugas. Apakah semua tugas bisa diselesaikan. Berapa lama waktu yang dibutuhkan.
7.Melakukan uji coba dan evaluasi sebelum media digunakan dalam proses belajar mengajar, diujicobakan terlebih dahulu dan dievaluasi kehandalannya.
8.Melakukan perbaikan.
9.Melakkan evaluasi penggnaan media dalam kegiatan belajar mengajar.

D.Sampel Produk Pengembangkan Media Pembelajaran berbasis ICT:
Berikut ini akan dipaparkan beberapa contoh produk media pembelajaran berbasis ICT yang dihasilkan oleh guru-guru bahasa Arab MTs Negeri Pandaan, dan penerapannya dalam pembelajaran skill-skill bahasa:
a.Media pembelajaran berbasis ICT pada pembelajaran istima>’ dan kala>m:
Menyimak merupakan proses aktif untuk menyusun wacana yang bersumber dari deretan suara atau bunyi yang digunakan seperti fonologi, semantic, dan aspek sintaksis bahasa. Kegiatan ini dimulai dari identifikasi bunyi, proses pemahaman, dan penafsiran, sampai pada proses penyimpanan hasil pemahaman dan penafsiran bunyi.
Berikut ini media-media berbasis ICT yang bisa digunakan oleh guru bahasa Arab kelas VII semester I untuk mencapai SK/KD dan cakupan materi:
CD dan video kartun:

video kartun di atas berisikan percakapan yang dilakukan dua orang siswa yang baru masuk sekolah, isi percakapan mencakup at-tah}iyyah al-isla>miyyah, ta’a>ruf, isim dhamir (هو، هم، هي), isim isha>rah (هذا، هذه، ذلك، تلك), istifha>m (ما، من).
E.book percakapan:

E-book di atas berisikan percakapan yang dilakukan dua orang mengenai benda-benda yang ada digambar, isi percakapan mencakup at-tah}iyyah al-isla>miyyah, ta’a>ruf, , isim isha>rah (هذا، هذه، ذلك، تلك), istifha>m (ما، من).
E.book Percakapan Arabindo:

E-book di atas berisikan percakapan yang dilakukan dua orang mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sekolah, media ini diharpkan dapat membantu siswa mengembangkan kemahiran berbicara yang berisikan tema-tema penting dalam percakapan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s